Born and raised in a small town of Banyuwangi, in East Java, Oktav Tumbel was introduced to piano when he was still seven years old. He grew to become one of the best gospel keyboardist in the region, together with his brothers and closest friends, he won many awards and competitions including East Java gospel festival, and Yamaha National Piano Competition in 2010.

In 2002, after he met Indri Gautama, Oktav moved to Jakarta together with 2 of his brothers to serve as the worship team at Apostolic Generation Church.

During his time in the church, Oktav applied the teachings he received to his everyday life, and realized that the key to true worship is Godly character, purity living and being faithful before God at all time. This sacrifice, together with the other Sacred Ones members practicing the same values as Oktav, has brought God's presence with breakthrough annointing in the church atmosphere during worship.

This feat has made other churches around the world to invite the worship team to teach them about true worship. Churches in the United States, Canada, Australia, Brunei, Malaysia and Singapore are some of the churches that the team has travelled to.

In mid-2009, The Sacred Ones was formed by God through Ps Erlyn Widjaja, Oktav Tumbel, Josh Heroe, Henry Tumbel and Wedha. The worship team has made several tours to Papua, Manado and several other countries. Shortly afterwards, he co-produced The Sacred Ones’ first album: Show Me Your Glory, which has met with positive reactions and unexpectedly great sales.

Later in 2009, together with Pastor Erlyn Widjaja and several other worship team members, he co-founded Seven Strings Music School and Productions, a commercial institute specializing in producing quality musicians with their hearts sold out for God.

The album “Bring Me Closer” is all about Oktav’s passion and his deepest desire: to see God’s name be glorified through music. It also tells the story about his journey of walking and facing the many challenges with God.

My thanks to:

Yesus Kristus, saya sangat bangga akan Engkau. Engkau telah menuntun dan memegang tanganku melewati kehidupan yang penuh inspirasi. Roh-Mu memimpinku untuk menemukan bagaimana menyembah-Mu, ketika Engkau membawa saya ke gereja lokal saya, GGA. Di sini saya dibentuk, dikembangkan dan didisiplin untuk berlari dalam pertandingan iman dalam menggenapi mimpi dari-Mu yang telah terkandung dalam hati saya sejak usia 12 tahun.

Ps. Indri Gautama, Gembala Senior saya. Saya tidak tahu bahwa ternyata GGA menjadi landasan tempat terwujudnya mimpi saya. Lewat pengalaman yang sulit maupun mudah, saya belajar menjadi penyembah yang benar di Rumah Tuhan ini.

Ps. Erlyn Widjaja, Worship Leader, Music Director dan juga Worship Pastor saya. Woman of God yang hidupnya terjual bagi Yesus. Terima kasih, engkau telah mengangkat saya lebih daripada yang dapat saya impikan. Saya benar-benar bangga menjadi jemaat GGA.

Papi dan Mami, Pdt. Eddy dan Yece Tumbel, janji Allah dalam hidup saya tidak akan tergenapi tanpa orang tua ilahi yang setia melayani Tuhan di kota kecil Banyuwangi, Jawa Timur; yang telah memberi teladan untuk hidup rendah hati dan telah mendidik saya untuk selalu menghormati orang tua. Efesus 6:2 menjanjikan saya panjang umur dan hidup bahagia. Keberadaan saya sekarang adalah karena fondasi yang benar yang papi dan mami telah berikan. Saya mencintai kalian yang telah mempercayai dan melepaskan saya untuk masuk ke tempat kebesaran. Saya berjanji, untuk menjaga kehormatan nama Tumbel sampai generasi selanjutnya. Saya berterima kasih kepada Tuhan yang telah membangkitkan pemusik-pemusik baru dan tim penyembahan di gereja tempat papi melayani. Saya bersyukur tidak menjadi penghalang bagi penyembah-penyembah yang bertalenta dan berbakat di Banyuwangi. Sebaliknya, saya berdoa agar saya menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya.

Ketiga adik saya – Otniel, Henry dan Judah Tumbel. Kalian lebih dari sekedar saudara. Kalian adalah tim dari Allah bagi saya untuk memuliakan Tuhan dan untuk meninggikan nama-Nya.

Josh Heroe, sahabat terbaik saya. Terima kasih telah menjadi partner bagi saya. Engkau memungkinkan album ini dibuat. Dan bersama-sama, kita membangun masa depan yang luar biasa di Seven Strings, bagi penyembah-penyembah melalui instrumen musik.

Debbie. Terima kasih karena telah memungkinkan Seven Strings ini berjalan. Kerajinan dan kemampuanmu membuat sekolah musik ini terorganisir rapi. Juga terima kasih kepada Wedha dan Fanny Ong. Kalian adalah yang terbaik.

Ucapan terima kasih yang spesial kepada Pongky Prasetyo dan tim Tehilla. Kalian telah melayani kami dengan cara terbaik yang kalian dapat lakukan. Kalian benar-benar mempunyai karunia dari Tuhan. Juga kepada Mario, Joshua dan Rio, kalian benar-benar spesial.

Terakhir tapi tidak kalah penting adalah: Eliska. Terima kasih untuk fotografi yang luar biasa. Dan kepada Ferri, perancang grafis yang istimewa untuk album saya. Kiranya Tuhan semakin menambahkan inspirasi kepada kalian.

Showing 30 latest tweets of about #bringmecloser and @oktav_tumbel:

For more information about Oktav Tumbel or the album, you can follow @Oktav_Tumbel at Twitter.